[ Abstract ]

Schizophrenia is a severe mental disorder that is a disease in the field of psychiatry. The aim of the research was to determine the effectiveness of divalproat sodium as adjuvant therapy on the improvement of paranoid schizophrenic patients given haloperidol. The research was an experimental study with a total number of 30 paranoid schizophrenic inpatients in RSKD of South Sulawesi Province. They were divided into control group who were only given haloperidol antipsychotics consisting of 15 patients and adjuvant therapy group consisting of 15 patients given haloperidol therapy and valproat sodium. Therapy response was assessed through positive PANSS score at the beginning of therapy, i.e. the first week of therapy and the second week of therapy. The data were analyzed using Statistic analysis. The results of the research indicate that there is no significant different value of the improvement of recurrent positive symptoms of paranoid schizophrenic between the control group and the adjuvant therapy group. Nevertheless, the adjuvant therapy group of divalproat sodium appears to have a better symptom improvement especially at the beginning of therapy, which means that this group more rapidly experiences clinical response than the control group.

 

Keywords: Paranoid schizophrenia, haloperidol antipsychotics, divalproat, positive symptoms


[ Abstrak ]

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang berat yang merupakan penyakit di bidang psikiatri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas Sodium Divalproat sebagai terapi ajuvan terhadap perbaikan gejala skizofrenia paranoid yang diberi haloperidol. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental terhadap total 30 pasien skizofrenia paranoid yang dirawat inap di RSKD Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel dibagi menjadi kelompok kontrol yang hanya mendapat antipsikotik haloperidol sebanyak 15 orang dan kelompok terapi ajuvan yang terdiri atas 15 orang pasien yang mendapat terapi haloperidol dan sodium valproate. Respon terapi dinilai melalui skor PANSS positif pada awal terapi, minggu pertama terapi, dan minggu kedua terapi. Melalui analisis statistik tidak didapatkan perbedaan nilai signifikansi yang bermakna antara perbaikan gejala positif skizofrenia paranoid yang berulang antara kelompok kontrol dan kelompok terapi ajuvan. Meskipun demikian, kelompok terapi ajuvan sodium divalproat terlihat mengalami perbaikan gejala yang lebih baik, terutama pada inisiasi terapi yang berarti bahwa kelompok ini lebih cepat mengalami respon klinis dibandingkan kelompok kontrol.

 

Kata kunci: Skizofrenia paranoid, antipsikotik haloperidol, sodium divalproat, gejala positif