[ Abstract ]

The role and function of Inspectorate in supervising of local financial management at Regency/Municipal is determined by the capability of the Government Internal Supervisory Apparatus (GISA) primarily in detecting fraud in conducting its audit. The research aimed to examine and analyse the effect of auditor’s expertise and independency on the fraud detection in the professional judgment audit with the information technology mastery as the moderation variable. The research was conducted through the survey method, data were collected using an observation, interview, questionnaire to the Government Internal Supervisory Apparatus (GISA) who worked in the Inspectorate of North Kalimantan Province, Inspectorate of Bulungan Regency, Inspectorate of Tarakan City, and Inspectorate of Nunukan Regency. The research sample were as many as seventy eight respondents and determined using the purposive sampling technique with the criteria of GISA having the certificate of at least first level in Auditor Functional Position (AFP) Regional Government Affairs Supervising Official. The hypothesis testing used the multiple regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA). The research results indicates that the auditor’s expertise and independency either partially of simultaneously affects the fraud detection. Then the information technology as the moderation can only strengthen the auditor’s expertise effect on the fraud detection, the other hand. It can not strengthen the auditor’s independency effect of the fraud detection.

 

KeywordsAuditor’s expertise, auditor’s independence, information technology, fraud detection.



[ Abstrak ]

Peran dan fungsi Inspektorat Kabupaten/Kota dalam pengawasan pengelolaan keuangan daerah sangat ditentukan dengan kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) utamanya dalam mendeteksi kecurangan dalam melaksanakan auditnya. Penelitian ini bertujuan menguji dan mengetahui pengaruh keahlian dan independensi auditor terhadap pendeteksian kecurangan dalam pertimbangan audit profesional dengan penguasaan teknologi informasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuesioner kepada Aparat Pengawas Internal Pemerintah  (APIP) yang bekerja pada Inspektorat Provinsi Kalimantan Utara, Inspektorat Kabupaten Bulungan, Inspektorat Kota Tarakan, dan Inspektorat Kabupaten Nunukan. Sampel sebanyak 78 responden dan ditentukan secara purposive, dengan kriteria APIP yang telah memiliki sertifikat minimal level pertama pada Jabatan Fungsional Auditor (JFA) dan Jabatan Fungsional Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan di Daerah (JFP2UPD). Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keahlian dan independensi auditor, baik secara parsial maupun secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendeteksian kecurangan. Adapun, teknologi informasi sebagai pemoderasi hanya mampu memperkuat pengaruh keahlian auditor terhadap pendeteksian kecurangan yang sebaliknya, tidak mampu memperkuat pengaruh independensi auditor  terhadap pendeteksian kecurangan. Disimpulkan bahwa keahlian dan independensi auditor sangat berpengaruh dalam pendeteksian kecurangan, sementara teknologi informasi hanya mampu memoderasi hubungan keahlian auditor terhadap pendeteksian kecurangan.

 

Kata kunci: Keahlian auditor, independensi auditor, pendeteksian kecurangan, teknologi informasi.