[ Abstract ]

The implementation of development requires the active participation of all citizens. One of the strategies in generating public participation in various development programs is one of them with agroforestry activities. This research aimed (1) to investigate the factors directly related with the autonomy of the farmers; and (2) to find out the correlation of those factors with the autonomy of the farmers in managing the agroforestry. The research was conducted in Marinding Village, Mengkendek Sub-District, Tana Toraja Regency from December, 2016 through March, 2017. The data collection was done through direct observation and interviews. The data were then analyzed descriptively and quantitatively-qualitatively in order to identify those factors and AHP analysis to find out te correlation between the factors and the autonomy. The research results indicated that the factors related to the autonomy of the farmers in the business of the agro-forestry were divided into the internal and external factors. The internal factors comprised the age, education, number of burdens, experience of farming business, motivation in farming business, income from the production process. Whereas, the external factors covered the availability of information, availability of production facilities, interaction with the financial institutions, interaction with the marketing institutions, the extension institutions and the local institutions as well as the local wisdom and the influence of the community leaders. The correlation between the internal factors and the autonomy in the agro-forestry business showed that the age of the respondents, the number of burdens, the experiences in the agro-forestry business and the motivation in running the agro-forestry business would increase. Meanwhile, the correlation in running the agro-business, showed that the additions of the information availability, the availability of the production facilities, the interactions with the marketing institutions, and the local institutions as well as the support of the local policy and the influence of the community leaders would increase.

 

Keywords: Autonomy, forest community, agro-forestry business


[ Abstrak ]

Pelaksanaan pembangunan menuntut adanya partisipasi aktif dari seluruh warga masyarakat. Salah satu strategi dalam membangkitkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan salah satunya dengan kegiatan agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan langsung dengan kemandirian petani dan melihat bagaimana hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kemandirian petani dalam berusaha agroforestri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 hingga Maret 2017 di Desa Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancar. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif-kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor tersebut dan analisis AHP untuk mengetahui hubungan anatara faktor dengan kemandirian. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kemandirian petani dalam berusaha agroforestri terbagi atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi umur, pendidikan, jumlah tanggungan, pengalaman berusahatani, motivasi dalam berusahatani dan pendapatan yang dihasilkan dari proses produksi. Sedangkan faktor eksternal meliputi ketersedian informasi, ketersediaan sara produksi, interaksi dengan lembaga keuangan, lembaga pemasaran, lembaga penyuluhan, dan lembaga setempat serta kebijakan lokal dan pengaruh tokoh masyarakat.Hubungan antara faktor internal dengan kemandirian dalam usaha agroforestri terlihat pada semakin bertambahnya umur responden, jumlah tanggungan, pengalaman berusaha agroforestri dan motivasi dalam melakukan usaha agroforestri. Sedangkan hubungan antara faktor eksternal dengan kemandirian petani dalam melakukan usaha  agroforestri  terlihat  pada  semakin  bertambahnya ketersediaan informasi, ketersediaan sarana produksi, interaksi dengan lembaga pemasaran dan lembaga setempat, serta dukungan kebijakan lokal dan pengaruh tokoh masyarakat.

 

Kata kunci: Kemandirian, Masyarakat Hutan, Usaha Agroforestri