[ Abstract ]

Low levels of technology adoption by farmers associated with post-adoption behavior of farmers to continue or discontinue the adoption. This aim of the research was to determine to the effect of socio- economic and institutional factors on  farmers’ behaviour  post adoption of hybrid maize seed in regency Maros. The research was an explanative study. The respondents consisted of 86 maize farmers selected randomly. The data were obtained quantitatively through interviev and analyzed using logistic binary regression to test the hypotheses. The results of the research indicate that  socio-economic variable  consisting of age, formal education, number of dependents, the experience of farmer enterprises, and size of land area insignificantly affects behavior post adoption of hybryd maize seed, while cultivation land status significantly affects behaviour post adoption of hybryd maize seed. Cultivation land status has a positive coeficient. This means that the farmers with their own cultivation land status have opportunity to continue the adoption of hybrid maize seed with an odd ratio value 45,197. Institutional variabel consisting of membership status of farmer groups and the intensity of counselor visit does not have significant effect on the bahavior post adoption of hybrid maize seed, while credit access and the policy of seed subsidy have a significant effect on the bahavior post adoption of hybrid maize seed. Credit access has a positive coeficient wich means that the farmers having access credit have opportunity to continue the adoption of hybrid maize seed with an odd ratio value of 13,622, wjile the policy of seed subsidy has a negative coeficient. This means that the farmers relying on the policy of seed subsidy tends not to continue the adoption of hybrid maize seed with an odd ratio value of 0,018.The conclusion was that the farmer’s post adoption behaviour of hybrid maize seed could be increased as long as the land ownersheep and credit acsess needed to be considered.

 

Keywords : Socio-economic, institutional, behaviour, post adoption, hybrid maize seed.


[ Abstrak ]

Rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh petani terkait dengan perilaku pasca adopsi petani untuk melanjutkan atau menghentikan adopsi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi dan kelembagaan terhadap perilaku petani pasca adopsi benih jagung hibrida di Kabupaten Maros.Metode yang digunakan bersifat eksplanatif. Responden penelitian sebanyak 86 orang petani jagung yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan dengan metode wawancara yang dikuantitatifkan kemudian dianalisis dengan analisis regresi binari logistik untuk pengujian hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sosial ekonomi yang terdiri dari  umur, pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman berusaha tani, luas lahan, tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pasca adopsi benih jagung hibrida sedangkan status lahan garapan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pasca adopsi benih jagung hibrida. Status lahan garapan memiliki koefisien positif, yang berarti petani dengan status lahan garapan milik sendiri berpeluang untuk melanjutkan adopsi benih jagung hibrida dengan nilai odd ratio sebesar 45,197. Variabel Kelembagaan yang terdiri dari status keanggotaan kelompok tani dan intensitas kunjungan penyuluh tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pasca adopsi benih jagung hibrida sedangkan akses kredit dan kebijakan subsidi benih berpengaruh signifikan terhadap perilaku pasca adopsi benih jagung hibrida. Akses kredit memiliki koefisien positif yang berarti bahwa petani yang memiliki akses kredit berpeluang untuk melanjutkan adopsi benih jagung hibrida dengan nilai odd ratio sebesar 13,622 sedangkan kebijakan subsidi benih memiliki koefisien negatif yang berarti bahwa petani yang tergantung kepada kebijakan subsidi benih cenderung untuk tidak melanjutkan adopsi benih jagung hibrida dengan nilai odd ratio sebesar 0,018. sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan perilaku petani pasca adopsi benih jagung hibrida perlu mempertimbangkan status kepemilikan lahan dan akses kredit.

 

Kata kunci: Sosial ekonomi, kelembagaan, perilaku, pasca adopsi, benih jagung hibrida.