[ Abstract ]

The seeds of  Candle contain nutritional and non-nutritional components and also toxl compound, namely toxalbumin toxins, which can hamper the synthesis between protein and epitel. This Research aims to activate the toxalbumin compound in candle seeds which is treated with the wet heating using autoclave at the temperature 121oC with the consecutive heating duration of 5, 10, 15, and 20 minutes followed by drying using an oven at 70oC for 7 hours. The toxalbumin compound obtained through the extraction of fat-free candle seeds with NaCl 0.15 M. The extract is settled using ammonium sulphate of 60%, and the sediment is centrifugated at 12,000 x g for 20 minutes, the obtained supernatant is dialyzed against the distilled water for 24 hours and is dried. After the coarse toxalbumin is passed to the chromatography column G-75 (10 × 10 cm), the partially pure toxalbumin and the control toxalbumin is obtained. The research results indicated that the hemagglutinase test on blood groups of A, AB, B, and O shows the partiallly toxalbumin and control toxalbumin without the dilution of the candle seeds, which is treeted with wet heating using autoclave of the temperature of 121oC for 15 minutes, and continue with the drying process in the oven at 70oC for 7 hours, but it does not show agglutinase in the blood groups of A, AB, B, and O. Meanwhile, the treatment with the wet heating at autoclave temperature of 121oC for 10 minutes followed by the drying in the oven at 70oC for 7 hours, the approximate dilution is 6-8 times no loger shows agglutinase on the blood groups of A, AB, B, and O. The testig result of the approximate content of the candle seeds of the various wet heating treatments show the dust level, protein level, and carbohydrate level increasing, while the water level and the fat level decrease during wet heating.

 

Keywords: Candle seeds, Wet Heating, Toxalbumin, Hemagglutinase, Proximate Test


[ Abstrak ]

Biji Kemiri mengandung komponen gizi dan non gizi tetapi juga mengandung senyawa racun yaitu toxalbumin yang dapat menghambat sintesis protein pad sel epitel. Penelitian ini bertujuan untuk menginaktifkan senyawa toxalbumin pada biji kemiri yang diberi perlakuan pemanasan basah menggunakan autoklaf pada suhu 121oC dengan lama pemanasan berturut-turut yaitu selama 5, 10, 15, 20 menit dilanjutkan pengeringan dengan oven 70oC selama 7 jam. Senyawa toxalbumin diperoleh melalui proses ekstraksi biji kemiri bebas lemak dengan NaCl 0.15 M, pengendapan ekstrak dengan ammonium sulphate 60%, endapan disentrifugasi pada 12.000 x g selama 20 menit, supernatan yang diperoleh didialisa kontra air suling selama 24 jam, selanjutnya didialisa kontra NaCl 0.15 M selama 24 jam, kemudian dikeringkan beku (freeze drying). Toxalbumin kasar dilewatkan di kolom chromatografi G-75 (10 X 10 cm), maka diperoleh toxalbumin partial murni dan toxalbumin kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hemaglutinasi terhadap golongan darah A, AB, B, dan O  memperlihatkan toxalbumin partial murni dan toxalbumin kontrol tanpa pengenceran dari biji kemiri yang mendapat perlakuan pemanasan basah pada autoklaf suhu 1210C selama 15 menit dilanjutkan dengan pengeringan dalam oven 700C selama 7 jam tidak memperlihatkan aglutinasi terhadap jenis darah A, AB, B dan O. Sementara perlakuan pemanasan basah pada autoklaf suhu 1210C selama 10 menit dilanjutkan dengan pengeringan dalam oven 700C selama 7 jam kisaran pengenceran 6-8 kali sudah tidak menunjukkan aglutinasi terhadap golongan darah A, AB, B, dan O. Hasil uji proksimat kandungan biji kemiri dari berbagai perlakuan pemanasan basah yaitu kadar abu, kadar protein, dan kadar karbohidrat meningkat sedangkan kadar air dan kadar lemak menurun selama pemanasan basah.

 

Kata kunci: Biji kemiri, Pemanasan basah, Toxalbumin, Hemaglutinasi, Uji Proksimat