[ Abstract ]

Cancer is one of the most common causes of death. The aim of the study was to assess the protective effect of topical application of cocoa extract on levels of 8-OHdG in mice exposed to DMBA and TPA. Research was conducted at Animal Laboratory for DMBA/TPA treatment and cocoa extracts, Laboratory of Biomolecular Medicine, Universitas Hasanuddin Makassar as a place for ELISA test. The research method was a purely experimental design with experimental animal to determine the role of cocoa seed extract applied to the skin of mice with DMBA every other day for 1 week, continued with a landfill every other day from second week to 11th. Twenty-five mice were divided into two treatment groups: the first control group, were (5 mice) without treatment, and the second group were given 200 ppm, 400 ppm, 800 ppm and 1600 ppm cocoa extract, and exposed to DMBA/TPA. One day after the last exposure, the skin biopsy on the back of mice were terminated and excised for examination of the levels of 8-OHdG by ELISA. The results of this study indicate cocoa extract has a protective effect against DMBA and TPA at a dose of 1600 ppm is most effective.

 

Keywords   : 8-OHdG, cocoa extract, DMBA, TPA


[ Abstrak ]

Kanker adalah salah satu penyebab paling utama dari kematian. Penelitian ini bertujuan menilai efek protektif aplikasi ekstrak kakao topikal terhadap Kadar 8-OhdG pada mencit yang mendapat paparan DMBA dan TPA. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Animal untuk pemberian DMBA/TPA dan ekstrak kakao serta Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar sebagai tempat pemeriksaan ELISA. Metode yang digunakan adalah animal experimental dengan rancangan eksperimental murni untuk mengetahui peranan ekstrak biji kakao topikal terhadap kulit mencit yang diberi aplikasi DMBA selang sehari selama 1 minggu. Dilanjutkan dengan TPA selang sehari setiap minggu pada minggu ke-2 sampai ke-11. Dua puluh lima mencit dibagi dalam 2 kelompok perlakuan: kelompok pertama kontrol tanpa perlakuan sebanyak 5 mencit dan kelompok kedua diberi ekstrak kakao 200 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1600 ppm, dan paparan DMBA/TPA. Satu hari setelah paparan terakhir, dilakukan diterminasi dan eksisi biopsi kulit punggung mencit untuk pemeriksaan Kadar 8-OHdG secara ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kakao memiliki efek protektif terhadap DMBA dan TPA dengan dosis 1600 ppm yang paling efektif.

 

Kata kunci:   8-OHdG, DMBA, ekstrak kakao, TPA