[ Abstract ]

Diabetes mellitus is now global endemic threat. This study aimed to determine the prevalence of patients with Diabetic Retinopathy (RD) sight-threatening and undiagnosed in RSWS 2016. The research is descriptive research which was conducted at Dr Wahidin Sudirohusodo hospital for 3 months on seventy-three patients with Diabetes Mellitus (132 eyes). The data were obtained from the results of ophthalmologic examination and colour fundus photograph which was grading by using Scottish Diabetic Retinopathy Grading System, as well as secondary data from patient medical record is concerned. The results showed that the prevalence of diabetic retinopathy and undiagnosed sight threatening diabetic retinopathy at Dr Wahidin Sudirohusodo hospital amounted to 71.11% and 68.42% respectively and there are no correlation statistically significant between the general characteristics of patients with the incidence of diabetic retinopathy. Factors that causes undiagnosed Sight Threatening Diabetic Retinopathy are strict referral criteria in first-level health facilities (FKTP), lack of speciality services in particular ophtalmology in the districts area and the location of the patient's living area from  Dr Wahidin Sudirohusodo hospital

 

Keywords: Diabetic retinopathy, Scottish Diabetic Retinopathy Grading System


[ Abstrak ]

Saat ini Diabetes Mellitus (DM) merupakan ancaman endemik global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi penderita Retinopati Diabetik (RD) yang mengancam penglihatan dan tidak terdiagnosis di RSWS tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di RSUP Wahidin Sudirohusodo selama 3 bulan. Sampel sebanyak tujuh puluh tiga pasien Diabetes Mellitus (132 mata). Data diperoleh dari hasil pemeriksaan oftalmologi dan foto fundus berwarna yang dilakukan grading dengan menggunakan Scottish Diabetic Retinopathy Grading System, serta data sekunder dari catatan rekam medik pasien yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penderita RD dan STDR yang tidak terdiagnosis di RSUP Wahidin Sudirohusodo sebesar 71,11% dan 68,42 % secara berurutan dan tidak didapatkan hubungan yang bermakna secara statistik antara karakteristik pasien secara umum dengan kejadian retinopati diabetik. Faktor-faktor penyebab terjadinya Retinopati Diabetik yang mengancam penglihatan dan tidak terdiagnosa dan antara lain ketatnya kriteria rujukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), ketersediaan layanan spesialistik khususnya mata di daerah dan lokasi tempat tinggal pasien dari RSUP Wahidin Sudirohusodo.

 

Kata kunci: Retinopati diabetik Scottish Diabetic Retinopathy Grading System