[ Abstract ]

The communication model in the synergy of stakeholders to make the formation of  The Family Planning Communitie succesful. The study aimed  to identify (1) the form of sinergy of the stakeholders, (2) the communication model, and (3) the obstacles which might be  faced in the effort of optimize the synergy of stakeholders in making  the Family Planning Communities successful. The research  used the  qualitative method. The data were collected using interviews, observation, and documentation. The process of analyzing the data was started with the data reduction, followed by the data presentation and the conclusion. The study results  indicated that the form of synergy of the stakeholders in making   the Family Planning Communities successful was still at the stage of  the respective appreciation by either the Local Government, or the representation boards or BKKBN stakeholders. The communication model used in the synergy of stakeholders to make the Family Planning Communities successful was  still at the  stage of chain model, in which the chairman of BKKBN coordinated and communicated with the Governor, then the Governor coordinated other state and non-state boards/institutes. And  the obstacles faced  in the efforts to optimize  the synergy of stakeholders in making  the Family Planning Communities  successful in both the BKKBN and the supports of the governments. Meanwhile, the political issues and sectoral egoism had become additional  challenges from the  BKKBN Representation in West Sulawesi, which should be faced  at the moment.

 

Keywords: Synergity, stakeholders, Family Planning Communities


[ Abstrak ]

Pola Komunikasi dalam sinergitas mitra kerja untuk menyukseskan pembentukan kampung Keluarga Berencana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk sinergitas mitra kerja; (2) pola komunikasi; dan (3) hambatan yang dihadapi dalam upaya mengoptimalkan sinergitas mitra kerja dalam rangka menyukseskan pembentukan kampung Keluarga Berencana. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sinergitas mitra Kerja untuk menyukseskan pembentukan kampung Keluarga Berencana masih pada tingkat diapresiasi secara respektif, baik oleh pemerintah daerah  maupun sejumlah perwakilan instansi dan mitra kerja BKKBN. Pola komunikasi yang digunakan dalam sinergitas mitra kerja untuk menyukseskan pembentukan kampung Keluarga Berencana masih pada tahap pola rantai, yakni kepala perwakilan BKKBN berkoordinasi dan berkomunikasi dengan gubernur. Kemudian, gubernur mengarahkan untuk berkoordinasi kepada sejumlah instansi, baik lembaga pemerintah maupun swasta yang terkait. Adapun,  hambatan dalam pola komunikasi untuk mengoptimalkan sinergitas mitra kerja dalam menyukseskan pembentukan kampung Keluarga Berencana, baik dari pihak perwakilan BKKBN maupun pihak mitra kerja adalah intervensi dan dukungan dari pemerintah daerah yang belum maksimal, persoalan politik dan ego sektoral serta hambatan persepsi.

 

Kata kunci: Sinergitas, mitra kerja, kampung Keluarga Berencana (KB)