[ Abstract ]

Indonesia is the fourth country in the world with an estimated population of the most populous and high population growth rate. The control of pregnancy in the family planning program is done by using contraceptive, but the population remains high. This is an analytical descriptive study conducted in Salassae Village with the aim of analyzing age factor, knowledge, education level, number of children, husband’s support, culture, and economic status (occupation) that influence the choice of contraceptive methods in fertile age women in Salassae Village, Bulukumpa Sub-District, Bulukumba Regency, South Sulawesi Province Period of July-August 2017. The research sample is fertile age women in Salassae Village who are using contraception which amounts to 81 people, where the determination of the sample is done by Purposive Sampling method and data collection is done through direct interview using questionnaire sheet. The results show that short-term contraceptive methods, such as injections and pills are the most preferred method of contraception by fertile age women in the Salassae village. The result of bivariate analysis with Chi-Square test shows that there is significant relation of education level (p-value 0,042) with the choice of contraceptive methods in fertile age women in Salassae village. The results show that the factors of education level influenced the choice of contraceptive method in Women Fertile Age in Salassae Village.

 

 

Keywords: Fertile Age Women, age, occupation, selection of contraceptive methods


[ Abstrak ]

Indonesia menempati posisi keempat di dunia dengan estimasi jumlah penduduk terpadat dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Pengendalian kehamilan dalam program KB dilakukan dengan menggunakan alat atau cara kontrasepsi, namun jumlah penduduk tetap tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik yang dilaksanakan di Desa Salassae dengan tujuan menganalisis faktor umur, tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, jumlah anak, dukungan suami, budaya, dan status ekonomi (pekerjaan) yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa Kabupate Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan Periode Juli-Agustus 2017. Sampel penelitian adalah Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Salassae yang sedang menggunakan kontrasepsi yang berjumlah 81 orang, di mana penentuan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kontrasepsi jangka pendek, yaitu suntik dan pil merupakan metode kontrasepsi yang paling banyak dipilih oleh Wanita usia Subur (WUS) di Desa Salassae. Hasil analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada pengaruh faktor tingkat pendidikan (p-value 0,042) ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi pada Wanita usia Subur (WUS) di Desa Salassae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat pendidikan ibu mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi pada Wanita usia Subur (WUS) di Desa Salassae.

 

 

Kata Kunci: WUS, pekerjaan, pemilihan metode kontrasepsi