[ Abstract ]

Dysmenorrhea (painful menstruation) is a muscle spasm (spasmodic) in the lower abdomen and it is most commonly complained by  female adolescents at the time of menstruation .Unfortunately, no treatment has been done to reduce dysmenorrheal. This study aims to determine the decrease of dysmenorrhea pain after the adolescents at Tanawali Persada  Stieks perform abdominal stretching exercise. The research type quasi- experiment with pre- and post- test control group design. The samples are chosen using the random sampling technique. The total samples of 96 are divided into 48 samples in control group and  ​​ 48 samples in experiment group . The research results indicate that the mean decrease of pain scores after the abdominal stretching. In the intervention group, the mean score of pain  at the time of pretests was 4.85 (SD = 1.61), and at the time of  the posttest there is a decrease of pain to 3.00 (SD = 1.07),while in the control, the mean score of pain at he time of pre-test is 4.45 (SD = 160, and at the time of the post-test , there is no decrease in the score of pain with the mean score of  4,60 (SD = 1,55). Thus, the abdominal stretching can become  an option for young women in dealing with the primary dysmenorrheal non-pharmacologically.

 

 

Keywords: Adolescent dysmenorrheal, abdominal stretching, ain intensity.


[ Abstrak ]

Dismenore (nyeri haid) adalah nyeri kejang otot (spasmodik) di perut bagian bawah dan paling sering dkeluhkan remaja pada saat menstruasi dan belum ada penanganan khusus yang dilakukan untuk mengatasi dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri dismenore setelah diberikan latihan peregangan abdominal pada remaja di Stikes Tanawali Persada Kab.Takalar. jenis penelitian ini adalah quasi experimen dengan ranangan pre test post test control group design. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan cara random sampling sebanyak 96 sampel yaitu 48 pada kasus kontrol dan 48 pada kasus eksperimen .  Hasil Penelitian menunjukkan ada penurunan rata-rata skor nyeri setelah dilakukan peregangan abdominal. Pada kelompok intervensi, rata-rata skor nyeri pada saat pre test mean 4,85 (SD=1,61) kemudian pada saat post test terjadi penurunan nyeri menjadi mean 3,00(SD=1,07).Sementara pada kelompok kontrol pada saat pre test rata-rata nyeri yang diraakan reponden mean 4,45 (SD=160) kemudian pada saat post test  tidak terjadi penurunan nyeri dengan rata-rata skor nyeri menjadi mean 4,60 (SD=1,55). Peregangan abdominal dapat dijadikan pilihan bagi remaja putri untuk menangani dismenore primer secara non farmakologis.

 

 

Kata kunci: Dismenore remaja, peregangan abdominal, intensitas Nyeri.